Cara Pelaksanaan Penanaman Padi


budidaya tanaman padi

budidaya tanaman padi

Cara Pelaksanaan Penanaman PadiTeknik Penanaman Padi – Padi dengan nama latin Oryza sativa L memiliki peranan penting  sebagai salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban manusia diseluruh dunia. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Berikut cara pelaksanaan penanaman padi atau cara menanam padi

Persiapan menanam padi

1 . Pembuatan persemaian dilaksanakan pada tanggal 30 Januari 2012

  • Tempat persemaian dipilih adalah yang mudah pengairan dan pembuangannya
  • Tanah diolah, dicangkul dan dibajak dan dibiarkan macak-macak selama 7 hari
  • Buat bedengan dengan tinggi 5 – 10 cm, lebar 110 cm dan panjang disesuaikan dengan ukuran petak dan kebutuhan
  • Pupuk persemaian dengan pupuk organik 1 kg,m2 , Urea, Sp 36 dan Kcl masing-masing sebanyak 5 – 6 gr/m2

2.  Perlakuan Benih

  • Benih diperlakukan dengan beberapa langkah sebagai berikut
  • Benih dibersihkan dengan metode pengapungan
  • Benih diperam selama 24 jam dan waktu inkubasi (pemeraman) selama 36 jam
  • Benih yang telah berkecambah ditaburkan pada persemaian dengan kerapatan 50 gr/m² atau 1 kg benih per 20 m² lahan pada persemaian
  • Kebutuhan benih yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah 15 kg benih Hibrida Sembada 168
  • Lahan persemaian diairi air pada 2 hari setelah tabur atau sewaktu tanah akan retak
  • Kondisi air dijaga pada saat persemaian, pada umur 7 hari setelah sebar. Ketinggian air tergantung pada tinggi bibit, jangan sampai terendam
  • Benih ditutup dengan tanah atau daun-daun
  • Pemupukan

3. Pengolahan Lahan dilaksanakan mulai tanggal 25 Januari 2012 Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan lahan adalah

  • Tiga minggu sebelum tanam, lahan digenangi air untuk melunakkan tanah.
  • Tanah dibajak dengan kedalaman 20 cm
  • Gulma dan sisa-sisa jerami dimasukkan kedalam tanah agar terdekomposisi
  • Lahan digenangi air selama seminggu dalam keadaan macak-macak yang bertujuan agar nitrogen tidak terlepas dari tanah dan mempercepat proses pembusukan jerami dan gulma
  • Selanjutnya lahan dibajak lagi dan digaru untuk melumpurkan dan meratakan tanah dengan tetap menjaga genangan air dilahan

Penanaman padi

Penanaman padi dilaksanakan tanggal 15 februari 2012

Penanaman dilakukan saat bibit berumur 21 hari dengan menggunakan sistem jajar legowo dengan tujuan:

  • agar sirkulasi udara dan intensitas cahaya menjadi baik,
  • mempermudah dalam pemeliharaan dan pemupukan,
  • mempermudah dalam pengendalian OPT,
  • dan memperbanyak jumlah populasi tanaman.

Jarak tanam yang digunakan 50 x 30 x 15 cm

Bibit ditanam 1-2 batang per rumpun.

Cara tanam bibit menggunakan sistim L dengan kedalaman 1 cm, hal ini untuk menghindari pertumbuhan yang lambat dan juga bila terlalu dalam akan menghambat pembentukan anakan.

Pemeliharaan tanaman padi

Penyulaman

Dilakukan setelah penyiangan pertama dengan tujuan untuk mengganti tanaman yang rusak atau mati serta untuk menjaga keseragaman tanaman.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan secara intensif agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan dilakukan sebanyak 2 kali pada saat tanaman berumur 15 hst dan dilaksanakan pada tanggal 19 maret 2012 dan 30 hst dilaksanakan 14 april 2012 sebelum pelakasanaan pemupukan susulan I dan II

Pemupukan tanaman padi

Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dengan pembagian

Pemupukan dasar

Dilakukan tanggal 13 februari 2012 atau satu hari sebelum tanam dengan menggunakan pupuk organik sebanyak 2 ton per Ha

Dilakukan pemupukan lagi pada tanggal 22 Februari 2012 atau 0-7 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK Phonska sebanyak 150 kg per Ha

Pemupukan susulan I

Dilakukan pada 21 maret 2012 saat tanaman berumur 22 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK Phonska sebanyak 150 kg per Ha dan pupuk urea sebanyak 100 kg per ha.

Pemupukan susulan II

Dilaksanakan pada tanggal 18 april 2012 saat tanaman berumur 46 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk Urea sebanyak 100 kg per ha

Pemberian pupuk agar eficienn maka pemberiannya disesuaikan dengan ketersedian P dan K dalam tanah

Sedangkan untuk pemberian pupuk Urea maka takaran pemberiannya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dengan menggunakan teknologi Bagan warna daun (BWD)

Pengairan tanaman padi

Dilakukan pada tanggal Pada saat tanaman berumur 0 – 5 hst, lahan tidak diairi, tetapi dijaga jangan sampai lahan kering, kedalaman air diperkirakan 2-3 cm ( kondisi macak-macak ), hal ini bertujuan agar akar tanaman cepat berkembang serta menghindari dan menghambat pertumbuhan gulma

Pada fase vegetatif (sampai dengan umur 35-40 hst) kondisi lahan dijaga kedalaman airnya setinggi 3-5 cm.

Pada fase bunting tanaman dijaga jangan sampai kekurangan air karena pada saat itu merupakan fase kritis bagi tanaman padi ( apabila kekurangan air dapat meningkatkan gabah hampa atau sebagian gabah berisi)

Pada saat 15 hari sebelum panen lahan harus dikeringkan untuk mempercepat dan menyeragamkan pemasakan gabah dan mempermudah proses pemanenan.

Pengendalian OPT

  • Pengendalian OPT dengan menggunakan prinsip PHT
  • Pemakaian pestisida hayati menjadi pilihan utama sedang untuk pestisida kimia dilakukan apabila kondisi tanaman sudah sangat mengawatirkan yang berakibat gagal panen dan bilamana pemakaian pestisida alami sudah tidak mampu lagi untuk menjawab permasalahan yang ada.
  • Pengamatan rutin dilakukan setiap minggu untuk mengetahui perkembangan OPT.
  • Dalam pengendalian hawar daun menggunakan Agen Hayati Coryne bacterium
  • Untuk pengendalian OPT wereng menggunakan agen hayati Metharisium
  • fDalam pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan tanggal 13 April 2012

 Penanganan Panen dan Pascapanen

  • Pelaksanaan panen dilakukan hari ini tanggal 18 juni 2012. Dengan melihat kondisi tanaman.
  • Saat panen yang tepat adalah pada waktu biji telah masak fisiologis, atau apabila sekitar 90 % gabah telah menguning
  •  Setelah dipanen, gabah harus segera dikeringkan agar diperoleh rendemen dan mutu beras yang baik
  • Panen menggunakan mesin perontok untuk menghindari kehilangan dilahan dan masalah kualitas gabah
  • Ketidakefisienan panen dapat menyebabkan kehilangan gabah sebesar 9-13 %

Perlakuan khusus

Perlakuan khusus / spesifik dalam kaji terap ini adalah penggunaan sistem jajar legowo, tanam 1 lubang 1 tanaman dan tanam serempak. Sistem Tanam

Permasalahan yang akan dihadapi saat menanam padi

  • Terjadinya anomali iklim ( perubahan Cuaca)
  • Panas yang tinggi mengakibatkan terjadinya masa vegetatif/ pertumbuhan yang pendek
  • Pada malam hari terjadi hujan dengan kabut yang tebal, yang menggangu tanaman pada masa penyerbukan
  • Rata-rata normal padi keluar malai pada saat umur lebih dari 60 HST, sedang pada pelaksanaan sudah keluar malai pada umur kurang lebih 50 HST
  • Munculnya penyakit hawar daun (kresek) yang disebabkan oleh bakteri santomonas.

Penggunaan Pupuk

a)      Pupuk Organik: agar diaplikasikan pada setiap musim tanam dengan dosis 2 ton/ha.

b)      Pupuk UREA: sebaiknya digunakan sesuai dengan kondisi tanaman (dengan pengukuran BWD dan melihat musim tanam)

c)      Pupuk NPK: yang berimbang, apabila menggunakan pupuk NPK yang kandungan N-nya tinggi, penggunaan pupuk Urea agar dikurangi

Sistem atau metode menanam padi

Penggunaan sistem jajar legowo dengan ukuran (50x30x15) cm ternyata terlalu lebar, sebaiknya menggunakan ukuran (40x30x15) cm atau (40x25x15) cm.

Cara Pelaksanaan Penanaman Padi

Artikel Cara Pelaksanaan Penanaman Padi

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,