Obat Hama Padi


Cara Mengatasi Hama Wereng Pada Tanaman Padi

Cara Mengatasi Hama Wereng Pada Tanaman Padi

Obat Hama Tanaman Padi - Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara mekanis, kultur teknis, dan kimia. Pengendalian secara mekanis adalah dengan cara menangkap hama yang menyerang tanaman atau membuang bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit. Pengendalian secara kultur teknis antara dengan pengaturan kelembaban udara, pengaturan pelindung dan intensitas sinar matahari. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida dan fungsida. Sebaiknya penggunaan insektisida dan fungisida pada budidaya tanaman obat dihindari, dikhawatirkan residu bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi senyawa-senyawa berkhasiat obat pada tanaman. Apabila dibutuhkan dapat digunakan insektisida dan fungisida nabati.

Obat Hama Tanaman Padi

Bahan buah kecubung dan akar tuba

Buah Kecubung (Datura metel) 2 buah

Akar tuba 1 kg

Pembuatan dan pemakaian :

Buah kecubung dan akar tuba direbus dengan air sampai mendidih, kemudian didinginkan dan disaring.

Setelah disaring, ambil 1 liter dan diccampur dengan 16 liter air

Srikaya (Annona squamosa), Sirsak (Annona muricata), Mulwa (Annona reticulata)

Famili: Annonaceae

Ordo : Ranunculales (Ranales)

Srikaya, sirsak, dan mulwa banyak terdapat di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika tropis, Amerika Tengah, dan Karibia. Famili Annonaceae memiliki lebih dari 90 spesies dan lebih kurang 8 – 10 jenis buahnya enak dimakan. Tinggi tanaman srikaya, sirsak, dan mulwa sekitar  4 m. Tanaman ini dapat tumbuh di semua jenis tanah asalkan mendapat air yang cukup dan tidak sampai tergenang air.

Bagian Tanaman yang Berguna untuk Insektisida

Bagian tanaman srikaya, sirsak, dan mulwa yang dapat digunakan sebagai insektisida adalah biji, daun, akar, dan buahnya yang belum masak. Biji tanaman tersebut lebih beracun daripada daunnya.

Resep Pembuatan Insektisida

Sebanyak 500 gram daun mulwa direbus dalam 1 – 2 liter air hingga mendidih dan dibiarkan sampai air tingga seperempatnya. Sisa cairan tersebut disaring dan diccamour dengan 10 – 15 liter air.cairan ini sudah dapat disemprotkan pada tanaman yang terserang hama. Untuk satu hektar lahan diperlukan 5 – 7,5 kg daun mulwa segar.

Sebanyak 500 gram daun mulwa direbus dalam 1 – 2 liter air hingga menjadi kental kemudian disaring. Larutan diambil 250 – 300 ml. Daun tembakau direbus sebanyak 500 gram daun dalam 1 – 2 liter air selama 45 menit lalu disaring. Selanjutnya ditambahkan 250 cc sisa biogas (cairan keputih-putihan yang terdapat di tempat pembuatan biogas) dan 100 gram terusi (CuSO4). Campurkan semua bahan dengan 60 liter air dan disemprotkan pada tanaman yang terserang hama. Larutan ini dapat digunakan untuk lahan seluas 0,4 hektar.

Sebanyak 2 kg daun mulwa digiling sampai halus kemudian ditambah 500 cc air dan diaduk hingga merata. Selanjutnya disaring dan filtratnya dipisahkan. Ambillah 500 gram ccabai rawit dan direndam dalam air semalam.hari berikutnya cabai rawit digiking atau diblender sampai hancur lalu disaring untuk memperoleh ekstrak. Ambillah 1 kg buah nimba yang telah dihancurkan lalu direndam dalam 2 liter air semalam, kemudian disaring. Keempat ekstrak dicampurkan dengan 50 – 60 liter air dan disaring lagi. Bahan ini sudah siap disemprotkan pada tanaman yang terserang hama.

Biji mulwa sebanyak 40 gram yang telah dihancurkan menjadi tepung dicampur dengan 1 liter air. Setelah itu disaring dan disemprotkan pada tanaman yang terserang hama.

Hama yang Dikendalikan

Aphis (bermacam-macam aphis), wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu sisik hijau (Coccus viridis), bermacam-macam ulat, ulat tritip (Plutella xylostella), wereng hijau (Nephotettix virescens), lalat buah laut tengah (Ceratitis capitata), lalat buah asia (Batrocera dorsalis), aphis kentang (Macrosiphum euphorbiae), wereng punggung putih (Sogatella fucifera), kumbang labu merah (Aulachopora foveicollis), kepik hijau, aphis bunga krisan (Macrosiphoniella samborni), dan hama kapas (Dysdercus koeniglii).

Nimba (Azadirachta indica)

Famili: Meliaceae

Ordo : Rutales

Nimba berasal dari India yang dipakai sebagai obat untuk kesehatan manusia dan sebagai obat insektisida untuk tanaman. Tanaman nimba tersebar di Asia Tenggara, Asia timur, Afrika, Fuji, Mauritius, dan amerika tengah. Tanaman ini dapat tumbuh baik di daerah setengah kering dan setengah basah serta dapat hidup di daerah yang curah hujannya kurang dari 500 mm per tahun.

Bagian Tanaman untuk Mengendalikan Hama

Biji

Biji yang akan digunakkan sebagai pengendali hama harus dikeringkan terlebih dahulu sehingga tidak menghasilkan racun aflatoxin yang dapat mengurangi pengendalian hama dan sangat beracun pada manusia. Biji nimba dipanen bila buah sudah masak dan warna buah sudah kuning. Jika buah belum masak penuh maka kandungan azadirachtinnya masih rendah. Untuk mendapatkan buah yang bersih dan masak, buah nimba harus dibiarkan hingga rontok sendiri. Buah nimba yang kootor akan terserang jamur yang menghasilkan aflatoxin.

Daun

Daun nimba dapat diperoleh sepanjang tahun dan dalam penyimpanan tidak perlu dilakukan pengolahan. Zat-zat yang terkandung dalam daun nimbba dapat mengendalikan hama terutama adalah zat azadirachtin A dan B. Selain itu daun nimba mengandung salannin dan meliantriol yang mempunyai efek penolak, dan zat nimbin/nimbodin yang mempunyai efek anti virus. Beberapa zat tersebut  saling menyokong sehingga menimbulkan efek sinergistik.

Resep Pembuatan Insektisida

Ekstrak daun nimba

Daun nimba sebanyak 1 kg diekstrak dengan penambahan 5 liter air. Daun nimba dipotong kecil-kecil dan direndam semalam dalam air. Hari berikutnya ekstrak disaring dan diberi larutan sabun setiap cc untuk 1 liter ekstrak sebagai perekat. Untuk 1 hektar diperlukan daun nimba sebanyak 80 kg.

Ekstrak campuran untuk mengendalikan aphis, thrips, tungau, belalang, wereng coklat, ngengat pynggung berlian, dan ulat terowongan daun

Daun nimba (Azadirachta indica), rumput citronela (Cymbopogon nardus), dan kencur (Alpinia galanga) masing-masing 1 kg dipotong kecil-kecil kemudian direndam dalam 10 liter air selama satu malam. Selanjutnya larutan disaring dan diencerkan dengan air (perbandingan     1 : 15). Untuk perekat diberi sabun cair. Bila seranganyya hebat, pengenceran dikurangi dan penyemprotan 3 hari berturut-turut. Untuk tanaman padi setiap 15 hari diulangi penyemprotan.

Penggunaan Tepung Biji Nimba

Tepung biji nimba dicampur dengan serbuk gergaji atau tanah liat kering dengan perbandingan 1:1 dan diletakkan di bagian tanaman yang terserang penggerek batang padi. Setiap hektar memerlukan sekitar 6,25 kg tepung biji nimba atau sekitar 12,5 kg campuran biji nimba dan serbuk gergaji. Pencampuran dengan serbuk gergaji dimaksudkan agar tidak terjadi keracunan pada tanaman.

Catatan : jangan menyemprot padi dengan larutan tepung lembaga biji nimba pada periode pembunggan karena bulir padi akan kosong. Disarankan penyemprotan dilakukan 20 – 35 hari sesudah penaburan benih dan disemprot lagi pada waktu bunting, tetapi sebelum penyerbukan

Obat Hama Padi

Artikel Obat Hama Padi

Tags: , , , , , , , , , , ,